logo Sipintek.com
Browse : Home / Pemrograman / PHP / Tutorial Pemrograman PHP: Percabangan di PHP
gambar percabangan di PHP

Tutorial Pemrograman PHP: Percabangan di PHP

Published by I Gede Arya Surya Gita - Posted on Januari 31st, 2020 - No Comments

Hai Sipinter ! Berjumpa lagi di sesi Tutorial Pemrograman PHP, dimana disini kita akan membahas tentang bagaimana cara menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk membangun sebuah web mulai dari dasar.

Kali ini kita akan membahas tentang percabangan di PHP, karena dalam sebuah program pasti akan ada kondisi dimana kita harus memilih.

Sebelum kalian belajar lebih lanjut tentang Percabangan kalian harus memahami tentang operator di PHP.

Kunjungi : Memahami Operator di PHP

Jika sudah memahami kita lanjut lagi ke topik.

Apa Itu Percabangan di Pemrograman

Percabangan dalam sebuah program adalah keadaan dimana sebuah perintah dalam sebuah program, akan dijalankan jika kondisi yang diinginkan terpenuhi.

Misal jika kita ingin menampilkan menu pembayaran jika pengguna sudah memilih barangnya.

Misal lagi jika kita ingin menampilkan menu pengaturan user jika hanya pengguna adalah admin.

Misal lagi kita hanya menayangkan gambar jika orang berusia 17 tahun keatas.

Sebenarnya gampang sekali cara mencari kondisi percabangan di sebuah pemrograman.

Caranya adalah jika sebuah kondisi itu bisa menggunakan kata “jika“ atau if maka bisa dibilang kondisi itu merupakan percabangan.

coba saja kalian pikirkan semua keadaan yang bisa menggunakan kata jika pasti itu adalah percabangan.

contoh jika saya ke kota a maka saya harus belok kanan, ini sudah pasti merupakan percabangan.

Dalam sebuah pemrograman sudah dapat dipastikan pasti ada yang namanya percabangan.

Jenis-Jenis Percabangan di PHP

Ada beberapa jenis percabangan yang dapat kita gunakan dalam pemrograman PHP yaitu:

1. Percabangan If

Pada dasarnya kita akan menggunakan kondisi if dimana kita hanya ingin menjalankan suatu perintah jika suatu kondisi terpenuhi.

pernyataan If sangat cocok digunakan untuk menyaring sebuah kondisi yang berupa rentan atau terdiri dari beberapa kondisi yang harus terpenuhi.

Misal jika seorang siswa nilainya lebih besar dari 90 maka dia lulus.

contoh penggunaan percabangan if di PHP:

<?php
	$nilai=70;
	if ($user>60) {
		echo "Kamu Lulus";
	}
?>

2. Percabangan If Else

Pernyataan if else digunakan jika kita ingin menyaring sebuah kondisi, baik kondisi itu terpenuhi atau tidak terpenuhi.

Karena pernyataan if else memungkinkan menjalankan perintah tertentu jika sebuah kondisi tidak terpenuhi.

If else sangat cocok untuk mengolah kondisi dimana jika kondisi terpenuhi kita ingin menjalankan ini namun jika tidak terpenuhi kita ingin menjalankan perintah lainnya.

Misal jika siswa nilainya lebih besar dari 60 maka dia lulus, jika tidak maka dia tidak lulus.

contoh penggunaan if else:

<?php
	$nilai=50;
	if ($nilai>60) {
		echo "Kamu Lulus";
	}
	else {
		echo "Tidak Lulus";
	}
?>

3. Percabangan If Elseif Else

Pernyataan if elseif else sangat cocok digunakan untuk menyaring beberapa kondisi yang berbeda dan kita ingin menjalankan perintah yang berbeda di setiap kondisi tersebut.

Misal jika seorang siswa nilai nya lebih besar dari 70 maka dia dapat A, jika lebih besar dari 60 dan lebih kecil dari 70 maka dia dapat B dan selain itu dapat C.

Contoh penggunaan if elseif else di PHP:

<?php
	$nilai=65;
	if ($nilai>70) {
		echo "Dapat A";
	}
	elseif ($nilai>60) {
		echo "Dapat B";
	}
	else {
		echo "Dapat C";
	}
?>

4. Percabangan If Bersarang

If Bersarang sangat cocok digunakan untuk menyaring sebuah kondisi tertentu dan menyaringnya lagi kondisi tersebut.

Percabangan bersarang ini bisa kita gunakan ketika kita ingin menjalankan perintah jika sebuah kondisi terpenuhi, namun jika kondisi lainnya terpenuhi maka ada perintah tambahan yang perlu dijalankan.

Misal jika siswa bernilai diatas 60 maka dia lulus dan jika nilainya lebih dari 90 dia akan mendapat hadiah.

Contoh penggunaan if bersarang:

<?php
	$nilai=95;
	if ($nilai>60) {
		echo "Kamu Lulus";
		if ($nilai>90) {
			echo "<br/> Kamu dapat hadiah";
		}
	}
?>

5. Percabangan Switch

Percabangan switch sangat cocok digunakan untuk sebuah kondisi yang bernilai pasti tidak berupa rentan nilai atau gabungan dari beberapa kondisi.

misal jika siswa nilainya a maka mendapat predikat “sangat baik” jika nilai b mendapat predikat “baik” dan jika nilai c berarti “cukup” dan selain itu mendapat predikat “buruk”.

Pasti kita akan bertanya bukanya pake if bisa?

ya bisa lah namun kalian akan kecapean mengisi kondisinya, Karena jika bertemu kondisi dimana variabel bernilai pasti dan bukan rentan cocok menggunakan percabangan switch.

contoh penggunaan percabangan Switch:

<?php
	$nilai="B";
	switch ($nilai) {
		case 'A':
			echo " Predikat Sangat Baik";
			break;
		case 'B':
			echo " Predikat Baik";
			break;
		case 'C':
			echo " Predikat Cukup";
			break;
		default:
			echo " Predikat Buruk";
			break;
	}
?>

Penjelasan :

  • Switch merupakan fungsi untuk menampung variabel yang akan ditentukan kondisinya.
  • case akan menampung jika variabel dalam switch bernilai tertentu maka perintah apa yang akan dijalankan.
  • default mirip seperti else di if, perintah default akan dijalankan jika semua kondisi pada case tidak terpenuhi.
  • Break merupakan perintah untuk keluar dari proses, disini untuk keluar dari proses percabangan jika kondisi sudah terpenuhi terpenuhi.

6. Percabangan Dengan Operator Penugasan Bersyarat

Operator penugasan bersyarat merupakan operator yang bisa digunakan untuk menjalankan proses percabangan sederhana if else.

Operator penugasan bersyarat sudah kita bahas di pembahasan sebelumnya yaitu : Memahami Operator di PHP

Operator penugasan bersyarat pertama yaitu operator Ternary (?:) sangat cocok digunakan jika kita ingin menentukan nilai sebuah variabel

Misal jika kondisi ini terpenuhi maka nilai variabel akan bernilai apa dan jika tidak terpenuhi nilai variabel apa.

Contoh penggunaan operator Ternary (?:) di PHP:

<?php
	$aksi="tidak_aktif";
	$aksi=="aktif"?$jalankan="iya":$jalankan="tidak";
	echo $jalankan;
?>

Operator penugasan bersyarat kedua yaitu Null coalescing (??) digunakan untuk mencegah kesalahan jika nilai suatu variabel yang dibutuhkan tidak ada maka perlu diganti dengan nilai lain.

Contoh penggunaan operator Null coalescing (??) di PHP:

<?php
	//kita tidak memiliki variabel session sehingga harusnya error namun dengan operator ternary nilainya bisa diganti.
	$user=$session??"guest";
	echo $user;
?>

Sekian postingan kali ini jika ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

“Nikmati sebuah proses yang kalian lalui mulai dari belajar, mengembangkan dan berbagi untuk orang lain.”

Jangan lupa ikuti social media kami agar kalian tidak ketinggalan informasi terbaru dari kami.

Jika informasi ini berguna untuk kalian jangan lupa untuk menyebarkannya ya!


Gambar Membuat Database Untuk Web CMS dengan MySQL #1

Membuat Database Untuk Web CMS dengan MySQL #1


Gambar Penjelasan MVC Dalam Pemrograman Web PHP

Penjelasan MVC Dalam Pemrograman Web PHP


Gambar Belajar Menggunakan Cookie di PHP

Belajar Menggunakan Cookie di PHP


Gambar Membuat Trait Untuk Menampung Method dalam OOP PHP

Membuat Trait Untuk Menampung Method dalam OOP PHP



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *